Kisah Pencari Pesugihan Nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul Bikin Merinding dan Terenyuh Seketika

12346
Kisah Pencari Pesugihan Nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul Bikin Merinding dan Terenyuh Seketika

Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sebuah Kisah Pencari Pesugihan Nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul Bikin Merinding dan Terenyuh Seketika sampai-sampai keluarganya selalu menjadi perioritas utama untuk selalu menjaga dan menambah kasih sayangnya kepada mereka. Sekali kali saya ulang bahwa ini adalah kisah nyata dan banyak tokoh masyarakat yang mengetahui secara riel kejadian tersebut.

Kisah Pencari Pesugihan Nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul Bikin Merinding dan Terenyuh Seketika, pada Hari Kamis, 09 Maret 2006 jam 17.11 wib seseorang wanita, sebut saja namanya Fulanah, berusia sekitaran 41 th. datang kerumahku waktu saya tengah duduk di teras. Kehadirannya begitu mendadak. Saya selekasnya matikan rokok yang masihlah enak saya hisap.

Sesudah saya jawab salamnya, lalu saya suruh dia masuk. Dia duduk dikursi tamu yang menghadap barat. Tanpa ada basa-basi, lantas dia berkata :

“Mohon maaf pak, mengganggu sebentar, saya menginginkan minta tolong pada bapak…! ”
Saya mengangguk : “…minta tolong apa bu…? Apa yang dapat saya bantu…? ”
Wanita itu mengambil sikap enjoy, tetapi raut berwajah tampak pucat, dingin dan…Masya Allaaah…. ke-2 matanya itu pancarkan warna merah. Begitu tak bersahabat saat ke-2 matanya memandang wajahku. Saya berpura-pura tak memerhatikan matanya, saya cemas dia bakal jadi tak enjoy lagi, tak nyaman lagi, akan tidak berkata yang sesungguhnya mengenai bakal apa yang menginginkan dia berikan kepadaku.

“Mohon maaf ya Pak…! ” ucapnya berkali-kali. Saya cuma mengangguk saja, masihlah menanti lanjutan ucapannya, hatiku berkata : apa tujuannya dia berkata seperti itu dengan berkali-kali.

“Saya sesungguhnya agak sedikti malu nih…sama Bapak…”
“Memang mengapa, kok malu sama saya…? ” tanyaku. Saya berdoa pada Allah Swt seperti do’a yang pernah di ajarkan oleh Guruku, Alm. Ust. Ibrohim Ilyas.
“Ya Allah, apa maksud orang ini berkata demikian” kataku dalam hati. Saya berdo’a pada Allah Swt supaya wanita ini ingin bicara sejujurnya, apa yang ada, tak disembunyikan apabila memanglah benar dia menginginkan minta tolong kepadaku.
“Begini pak, saya dahulu pernah tergelincir iman, tergelincir tauhid, tergelincir aqidah……. ” Fulanah hentikan ucapannya. Saya cermati berwajah keluarkan keringat kecil, dia meremas-remas keduanya tangannya sendiri. Berwajah ditundukkan, seakan-akan tak mampu untuk meneruskan ucapannya itu.

“Maksudnya apa bu…..? ” tanyaku pelan supaya dia ingin enjoy lagi untuk bicara kepadaku.
Fulanah tak segera menjawab, sesudah sekitaran 5 menit, dia menengadahkan berwajah, tetapi tidak ingin memandang saya. Ke-2 matanya memandang langit.
“…saya pernah bersahabat dengan Nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul….. pak…. ” lanjutnya lirih.
“Bersahabat bagaimana tujuannya, bu….? ”
“Ceritanya panjang pak….! ”
“Yaaa…, bila demikian ibu singkat saja…! ” pintaku memberinya semangat untuk menceritakan.
“Sekitar dua th. waktu lalu, saya pernah dihimpit oleh kesusahan dalam melakukan bisnis. Semuanya usaha yang saya rintis senantiasa kandas, modal saya habis. Barang usaha saya juga habis. Tersebut yang bikin saya bingung, barang habis namun duit saya juga habis, modal saya juga habis. Saya bingung.. pak. Usaha saya memanglah kecil-kecilan pak…, namun dapat mendukung kehidupan keluarga serta rumah tangga saya, terlebih suami saya terkena PHK dari tempatnya bekerja. Usaha saya yaitu berjualan baju lewat cara pembayaran credit. ” Fulanah berhenti sebentar, dia mengambil nafas, nampaknya begitu berat nafas itu dihirupnya.

“Saat saya tengah pailit, mendadak suami saya meninggalkan saya. Saya tidak paham apa pemicunya. Namun pada akhirnya saya ketahui juga, itu lantaran saya ajukan pertanyaan pada mertua saya. Mertua saya berikan jawaban yang bikin saya nyaris tak yakin, mertua saya katakan kalau suami saya meninggalkan saya lantaran menurut pandangan mata suami saya muka saya jelek serta jelek…. ” Fulanah menundukkan berwajah, dari ke-2 matanya jatuh air bening,

Saya masihlah diam, belum ingin memberi reaksi atau sulosi apa pun.
“Saya penasaran dengan jawaban mertua saya, lantas saya ajukan pertanyaan pada beberapa orang yang dekat dengan saya, serta nyatanya mereka memberi jawaban yang sama juga dengan mertua saya…” desis nafas Fulanah terdengar menghiba.
“…hmmm, ya ya ya…. ” desisku pelan.
“Saat saya tengah bingung serta pusing, lantas ada seseorang wanita, rekan saya, memberi jalan keluar, kalau apabila menginginkan usaha saya kembali seperti awal mulanya, serta supaya suami saya ingin kembali pada pada saya, dia memberi anjuran supaya saya datang saja ke satu hotel yang populer di daerah Jawa Barat serta saya dianjurkan supaya bermalam di satu kamarnya yang kerap dikunjungi serta digunakan oleh beberapa orang yang memiliki nasib serupa seperti saya. Waktu itu saya tak menampik sarannya, namun juga tak mengiyakannya…”

Muka Fulanah makin pucat, bibirnya bergetar pelan, lantas dia meneruskan lagi pengakuannya:
“Setiap hari saya tak semangat lakukan kegiatan apa pun termasuk juga pekerjaan rumah tangga. Saya pusing serta bingung, kepala rasa-rasanya ingin pecah. Sesudah sekian hari lalu, pada akhirnya saya nekad coba ikuti anjuran rekan saya itu. Saya pergi sendirian ke tempat yang ditujukan oleh rekan saya. Sesampainya saya disana, saya saksikan telah beberapa orang yang tengah duduk, kelihatannya mereka tengah mengantri, sebab mereka duduknya tidaklah terlalu jauh dari kamar hotel yang popular itu”.

Masih dalam Kisah Pencari Pesugihan Nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul Bikin Merinding dan Terenyuh Seketika,

Saya masihlah diam, dengarkan penuturannya yang mulai sedikit lancar.
“Tiba-tiba seseorang lelaki tua yang berperawakan pendek serta gemuk hampiri saya, dia ajukan pertanyaan pada saya, apa arti dari kehadiran saya ketempat ini”.
Lalu Fulanah menceritakan, dia mengungkap maksud kehadirannya pada lelaki tua yang berperawakan pendek serta gemuk itu. Sesudah lewat perbincangan yang sedikit rumit, pada akhirnya diketemukanlah kata perjanjian. Fulanah menuruti semuanya perintah serta prasyarat yang didapatkan dari lelaki tua pendek gemuk itu.

Tibalah giliran Fulanah masuk kamar hotel itu, dia sendirian. Didalam kamar hotel yang penuh dengan warna hijau itu, Fulanah dengan diarahkan kuncen kamar hotel, mengungkapkan maksud kehadirannya pada suatu photo wanita cantik yang dipasang pada kamar dekat tempat tidur yang berseprai hijau. Wanita itu cuma berbusana kemben. Ya, tak salah lagi, konon gambar wanita cantik itu yaitu nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul. Sosok wanita misterius serta mistis yang kerap jadikan tempat pemujaan oleh manusia yang imannya dangkal bahkan juga mungkin saja hilang dari hatinya. Di sekitar tempat gambar photo nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul dipajang, Fulanah lihat sangat banyak sajen, ada bunga setaman, bunga melati, kemenyan, ayam bekakak serta ada banyak lagi. Asap dupa dari kemenyan yang dibakar oleh kuncen kamar hotel itu bikin sesak nafas Fulanah. Menginginkan rasa-rasanya dia tutup hidungnya supaya asap kemenyan yang bau serta menyesakkan nafasnya itu terhambat dari hirupan segera hidungnya, namun dia tak berani, lantaran dia takut pada juru kunci kamar hotel itu yang nampaknya angker.

Fulanah tak berani menampik tiap-tiap perkataan serta tuntunan dari juru kunci kamar hotel itu. Dia senantiasa mengiyakan serta menuruti semuanya perintah sang kuncen.
Saat jalan, sekitaran 30 menit berlalu, pada akhirnya Fulanah keluar dari kamar hotel itu. Kuncen kamar hotel itu memberi kriteria pada Fulanah apabila menginginkan hasratnya terkabul, tanpa ada fikir panjang lagi Fulanah mengangguk serta mengiyakan saja. Lengkaplah kesepakatan dengan nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul.

Dengan mengendarai bus Fulanah pulang kerumah, dadanya berdebar keras lantaran di selama perjalanan dia lihat ada satu kereta kencana yang dikendarai oleh tiga orang wanita cantik menemaninya. Dia tidak paham siapakah mereka. Tiga wanita cantik yang berumur sekitaran 20 tahunan itu, kadang-kadang memberi senyuman pada Fulanah waktu dia melihat untuk lihat wanita cantik itu. Dada Fulanah lebih berdebar waktu lihat senyuman lembut serta manis tetapi penuh daya magis dari tiga wanita cantik itu. Senyuman mereka penuh dengan daya tarik yang mengagumkan, Fulanah rasakan lemas serta lunglai semua persendian badannya.

Kereta kencana yang menemani Fulanah pulang ke tempat tinggal posisinya terkadang diatas bus, terkadang di samping jendela tempat Fulanah duduk. Semakin berdebar dada Fulanah, dia masihlah belum tahu siapa 3 wanita cantik itu. Anehnya, cuma dia saja yang bisa memandangnya, beberapa penumpang bus yang lain tak ada yang bisa lihat, bahkan juga penumpang bus samping Fulanah juga tidak paham serta tidak bisa memandangnya. Penumpang itu cuma pernah terperanjat pada Fulanah waktu Fulanah tersenyum serta menganggukkan kepala. Fulanah memahami, dia selekasnya menetralisir situasi, dia bicara& nbsp ; pada penumpang sampingnya, kalau dia terbayang pada suatu peristiwa yang membuatnya tersenyum. Penumpang samping Fulanah juga turut tersenyum.

Tiga bln. berlalu. Usaha Fulanah mulai bangkit, dagangannya laku, uang banyak, suamipun sudah kembali pada, bahkan juga suaminya menyampaikan kalau tak mampu berpisah dari Fulanah, meskipun cuma sebentar. Fulanah suka serta bergembira, nyatanya usahanya tak percuma. Namun…. sewaktu yang sama, sewaktu Fulanah suka, senang, nyatanya sewaktu itu juga Fulanah sengsara! Bagaimana tak? Tiap-tiap malam jum’at Fulanah mesti membakar kemenyan dengan beragam jenis sajen sesuai sama prasyarat yang didapatkan dari kuncen kamar hotel yang pernah dia kunjungi. Tempatnya mesti dalam satu kamar spesial, tak bisa dimasuki oleh siapa saja, termasuk juga suami, anak atau keluarganya. Dikamar itu yang berniat di desain mendadak oleh Fulanah, tak ada benda lain terkecuali gambar nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul, pendupaan, kembang, bunga melati, kemenyan, kopi pahit, kopi manis, teh pahit, teh manis, susu, rokok lisong dan… warna hijau mesti menguasai kamar itu.

Awalannya Fulanah begitu suka lakukan ritual itu, makin lama dia jemu, jemu serta terasa ada beban yang bertentangan dengan hatinya. Bahkan juga keharusan sebagai seseorang muslimah untuk sholat 5 saat, saat ini telah dia tinggalkan. Bagaimana tidak, tiap-tiap Fulanah punya niat untuk sholat 5 saat itu, jadi ketika itu juga Fulanah ketakutan, gemetar, menggigil keras, dadanya panas serta kepalanya seperti dipukul oleh benda yang begitu berat. Pada akhirnya perintah sholat dari Allah Swt itu dia tinggalkan.

Pernah satu kali Fulanah tak lakukan ritual pada malam jum’at, dia hanya malas serta jemu saja sesungguhnya, namun apa yang terjadi…? Fulanah sakit 7 hari, dia jadi pemarah pada siapa saja serta alami peristiwa yang bikin dia sengsara dengan cara lahir atau bathin. Waktu dia bercermin nyatanya ke-2 matanya memancar warna merah yang menakutkan. Fulanah lebih ketakutan, terlebih dia pernah muntah darah, walau sebenarnya dokter yang mengecek serta mengobatinya menyampaikan kalau dia sehat, tak ada penyakit apa pun.

Apabila mendengar nada adzan dari mesjid, tv, radio atau dari manapun, hati serta telinga Fulanah kepanasan. Dia menjerit histeris lantaran tak tahan mendengar nada adzan.
Kerapkali Fulanah alami gugur kandungan, walau sebenarnya jabang bayi yang ada pada rahimnya telah berumur 3 bln., serta saat di check oleh dokter kandungan nyatanya rahim Fulanah masihlah kuat, namun mengapa senantiasa keguguran.., demikianlah pertanyaan keluarganya.

Dua th. Fulanah diterpa penderitaan itu, hingga pada akhirnya dia datang kepadaku untuk memohon tolong supaya saya menyembuhkan penyakit bathin serta penyakit anehnya itu.
“Insya Allah, dengan ijin dari Allah Swt saya bakal membantu ibu…” jawabku dengan mantap.
Belum hingga masuk ke tempat tinggalnya, dari jarak 10 mtr. semua cantik berbusana warna hijau. Muka mereka seperti kembar. Satu dibelakang badan Fulanah serta 2 nya lagi ada di kamar yang kerap digunakan Fulanah untuk lakukan ritual spesial pada tiap-tiap malam jum’at.
Tanpa ada basa-basi lagi saya selekasnya menangkap jin-jin itu.

“Laailaaha illalloooh…! ” jin-jin itu saya tangkap. Saya ikat dengan ikatan ghoib, mereka tak ada yang melawan. Lantas kami sidang :
“Siapa kalian…? ” tanyaku.
“Apa masalah anda? ” jawab jin itu berbarengan.
“Kami cuma menginginkan tahu saja…”
“Kami dari pantai selatan. Apa maksud kalian menangkap serta mengikat kami…? ”
Saya tak menjawab pertanyaan jin-jin itu, namun saya lebih lagi dengan pertanyaan yang lain:
“Sudah berapakah lama kalian ada di badan ibu ini serta dirumah ibu ini…? ”
“Dua tahun…! ”
“Siapa yang menyuruh kalian datang serta ada dirumah serta badan wanita ini..? ”
“Ratu kami, atas keinginan wanita itu…” jawab satu diantara jin sembari menunjuk pada Fulanah.
“O…begitu, siapa nama ratu kalian…? ”
“nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul! ”
“Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul…? ” tanyaku supaya lebih terang.
“iya…”
“Sekarang ratu kalian tengah dimana..? ”
“Di singgasananya, di pantai selatan…”
“Apakah kalian dapat mengundang ratu kalian untuk datang kesini…? ”
“Untuk apa…? ”
“Ingin berteman saja…, ” jawabku enjoy untuk mengecoh jin-jin itu. Saya fikir bila saya menjawab dengan sesungguhnya pastinya jin anak buah nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul ini akan tidak ingin menuruti keinginan kami. Walau sebenarnya kemauan kami yaitu menginginkan “menuntaskan” hingga keakar-akarnya.
“Bagaimana, kalian ingin mengundang ratu kalian kesini….? ”
“ratu kami tak dapat datang…” jawab satu diantara jin diantara mereka.
“Kenapa…? ”
Mereka tak menjawab. Saya telah mengira, kalau jawaban jin anak buah ratu kidul ini pemicunya lantaran mereka takut pada ratunya saja.
“Baiklah, bila demikian kami yang bakal memanggil ratu kalian…”
“Jangan…! kelak kami bisa hukuman…! ”
“Hukuman apa yang bakal kalian bisa dari ratu kalian…? ” tanyaku mengorek.
“Kami bakal dicambuk berulang-kali lantaran sudah tidak mematuhi kesepakatan dengan dia…”
“Perjanjian apa itu…? ”
“Kami mesti taat serta patuh pada ratu kami apa pun permasalahan serta peristiwanya, salah satunya yaitu kami dilarang untuk mengundang kanjeng ratu apabila tengah bertemu dengan bangsa manusia…” jawab satu jin di antara mereka dengan menyebutkan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul dengan kanjeng ratu.

Tanpa ada minta kesepakatan lagi dari jin-jin itu, Ust. Ibrohim Ilyas.
Kurang lebih 5 menit, mendadak angin berhembus pelan serta lembut. Waktu angin berhenti dari hembusannya, lantas nampaklah sosok makhluk ghoib berkelamin wanita dihadapan kami. Makhluk ghoib ini berbusana seperti baju wanita kraton, dia cuma berkemben dengan motif kembang di sekitaran ujung kainnya, warnanya hijau. Ada selendang hijau tidak tebal yang diikat di pinggangnya yang ramping. Dikepalanya ada mahkota emas. Rambutnya hitam terjurai hingga ke pantat. Tangan kirinya memegang tongkat warna emas, diujungnya ada mahkota emas juga. Usianya sekitaran 25 th.. Parasnya cantik melebihi kecantikan dari 3 jin yang telah kami tangkap serta ikat tadi. Dari badannya tercium bau wangi seperti bunga melati. Dia datang sendirian.

“Ada butuh apa kalian memanggil aku…? ” bertanya wanita ghoib itu pada kami.
“Kamu siapa…? ” jawabku balik ajukan pertanyaan padanya.
“Nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul…! ”

Subhaanalloh, nyatanya amalan serta do’a yang sudah di ajarkan oleh guru kami terutama untuk memanggil makhluk ghoib sebangsa Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul ini begitu ampuh. Kami mencermati makhluk ghoib yang mengenalkan dianya sebagai nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul itu.
umum saja. Kami telah mengira terlebih dulu kalau Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul akan tiba, walau anak buahnya melarang kami untuk memanggilnya.
saya kembali membaca amalan serta do’a yang sudah di ajarkan oleh guru kami, serta hasilnya…..? Masya Allaaah….. makhluk ghoib yang mengakui sebagai nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul itu segera beralih bentuk serta penampilannya dengan cara 360 derajat.

Masih dalam Pembahasan; Kisah Pencari Pesugihan Nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul Bikin Merinding dan Terenyuh Seketika

Makhluk ghoib yang mengakui Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul itu saat ini berwujud serta berpenampilan jadi nenek-nenek yang saya prediksikan usianya beberapa ratus th.. Berwajah yang cantik saat ini berkeriput pucat. Mahkota di kepalanya saat ini hilang serta jadi gumpalan rambut gimbal yang diikat keatas. Bau badannya amis serta anyir, saya nyaris muntah waktu mengendusnya. Tongkat emasnya jadi satu tongkat kayu umum yang berwarna hitam lapuk. Mulutnya yang awal mulanya manis tersenyum saat ini jadi mulut nenek-nenek yang telah hilang semuanya giginya. Saya malas lihat senyumannya yang buruk, terlebih dia juga ketawa dengan cekikikan yang sumbar…wuah lebih buruk saja makhluk ini, gerutuku dalam hati.

Dan…jin-jin anak buahnya yang sudah saya tangkap dan saya ikat tadi, nyatanya merekapun semua sudah beralih bentuk serta penampilannya. Bentuk serta tampilan mereka lebih buruk lagi bila dibanding dengan makhluk ghoib yang mengakui Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul itu.
Astaghfirulloh…makhluk ghoib sejenis ini mengapa dipuja-puja oleh manusia? Tidakkah manusia itu lebih tinggi derajatnya bila dibanding dengan mereka beberapa jin, terlebih jin kafir? Demikianlah gumamku dalam hati.

“Begini hai Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul…” kataku dengan tak memanggil dia dengan nyi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul, atau ratu kidul atau kanjeng ratu. Hal semacam itu berniat saya kerjakan, sebagai sisi dari keyakinanku kalau manusia derajatnya lebih tinggi daripada jin.
“Kamu serta anak buahmu ini yang tiga, kami minta kalian janganlah menggoda serta membujuk bangsa manusia untuk turut dalam grup kalian. Anda saksikan wanita ini? dia sengsara lantaran sudah bersekutu dengan kalian…! ” kataku lagi sembari menunjuk pada Fulanah yang tengah menggigil hebat.

“Memang mengapa? ” bertanya Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul datar.
“Ketahuilah, kalau kalian serta bangsa kalian sudah banyak menyesatkan umat manusia terperosok dalam lembah syirik! ” jawabku mantap sembari mengencangkan perutku.
“Apa itu musyrik…? ” bertanya Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul.
“Syirik yaitu dosa yang begitu besar yang akan tidak diampuni oleh Allah Swt”.
“Seperti apa dosa syirik itu..? ” bertanya Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul lagi.
“Bila ada manusia yang memuja serta meyakini suatu hal terkecuali Allah, lalu dia menganggapnya sebagai tuhan sesembahan, jadi dia sudah berbuat syirik. Mengapa syirik? lantaran manusia sudah berasumsi ada tuhan lagi terkecuali Allah Swt.

Apabila manusia atau bangsa jin, lakukan satu perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Allah serta Rosul-NYA, jadi tersebut syirik. Allah Swt serta Rosul-NYA mengajarkan mengenai keesaan Allah SWT, bila ada makhluk yang menentang mengenai keesaan Allah bermakna dia sudah SYIRIK. Bila ada manusia yakin, serta terkecuali yakin mereka juga memuja anda, menyembah anda bangsa jin, itu syirik. Pemujaan serta penyembahan bangsa manusia pada bangsa jin bermacam-macam&nb sp ; bentuk serta wujudnya. Ada yang berbentuk minta kekayaan pada bangsa jin, atau minta supaya cepat naik pangkat, minta perusahaan jadi besar, minta karir naik, minta jadi jagoan, minta kekebalan, minta jadi sakti mandraguna, minta jadi pendekar yang ditakuti oleh kebanyakan orang, minta keselamatan serta ada banyak lagi keinginan yang lain yang diperuntukkan pada bangsa jin” jawabku mengalir demikian saja.

“Saya tak pernah mengajak umat manusia untuk turut dalam grup kami, terlebih mengajak pada kemusyrikan…” jawab Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul datar, seakan tak terasa bersalah.
“Lalu peristiwa serta kenyataan yang ada pada bangsa manusia, seperti permasalahan ibu Fulanah apa itu..? jawabku sedikit gregetan.
“Mereka sendirilah bangsa manusia yang datang serta memohon pada saya. Lantaran manusia sudah memohon, jadi saya mengabulkan keinginan mereka dengan prasyarat mesti penuhi keinginan saya juga.. ” jawab Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul.
“Apa itu keinginan kamu…? tanyaku mengubernya.
“Memberikan sajen untuk saya…”
“Apa bentuk sajen yang anda minta pada manusia yang sudah memuja serta menyembah anda? ”
“Macam-macam, bergantung type serta kelompok manusianya…”
“Apa maksud kamu…. ”
“Kalau dia nelayan, jadi saya menyuruhnya untuk melarung sajen kelaut sebagai persembahan sejenis upeti spesial buat saya.

Apabila manusia yang sudah memohon pada saya lalu dia melarung sajen kelaut namun tak mempersembahkannya buat saya, jadi saya akan tidak mengabulkan keinginan mereka. Waktu itu saya geram serta jengkel pada manusia sejenis itu. Pada mereka saya bakal berikan rasa takut yang teramat begitu menghantui fikirannya, bahkan juga hingga dalam hatinya, hal yang sekian saya maksudkan supaya mereka yakin kembali pada saya. Saya bakal mengutus anak buah saya untuk masuk dalam badan manusia yang ada di sekitaran mereka…”
“Maksud kamu… manusia yang dimasuki anak buah anda itu jadi kesurupan…? ”
“Ya! “ jawab Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul sedikit sombong sembari menganggukkan kepalanya.

“Lalu sesudah itu…? ”
“Anak buah saya itu saya perintahkan untuk bicara lewat mulut orang yang dimasukinya itu, kalau tiap-tiap bencana yang berlangsung di laut, gunung, rimba bahkan juga di beberapa alat transportasi yaitu lantaran perbuatan saya berbarengan anak buah saya. Kami katakan pada bangsa manusia kalau semuanya karena sebab manusia telah tidak ingin lagi menuruti perintah saya. ”

Saya menggelengkan kepala. Saya saksikan Fulanah kedinginan, tubuhnya bergetar keras, bibirnya bergeretak.
“Manusia mana saja sebagai tujuan buat kamu masuki badan serta jasadnya? ”
“Semuanya, semuanya lapisan…. kami tak pernah bebrapa tentukan. ”
“Apa agama kamu…? ”
“Saya tak beragama…”
“Apa? tak beragama? ” pernyataan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul ini bikin saya  tak yakin.
“Kami sudah kerap mendengar dari beberapa orang yang sudah bersahabat dengan anda, berkelompok dengan anda, kalau menurut mereka anda itu yaitu makhluk yang suci, berhati baik serta bersih serta beragama islam. Benar demikian…? ” tukasku menerangkan pada Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul.
“Salah! ” jawab Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul ketus.
“Astaghfirullohal ‘azhiim….. ” gumamku
“Panaaaaas….. ” mendadak Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul serta 3 jin anak buahnya itu menjerit keras sembari tutup ke-2 telinganya saat mendengar perkataan istighfar kami. Fulanah juga sekian, dia tutup ke-2 telinganya, serta sedikit menjerit.

Singkat kisah nyata, sesudah lewat sistem sidang yang lama serta cukup panjang, adu alasant yang rumit, lantas kami berdakwah pada Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul. Saya menyuruh dia serta semua anak buahnya supaya bertaubat sebelumnya Allah Swt memberi hukuman yang begitu keras pada makhluk yang sudah berbuat kemusyrikan. Kami himbau juga untuk masuk agama Islam. Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul menampik, sesudah berkali-kali kami menghimbau serta mengajaknya tetapi senantiasa saja ditolaknya, lantas kami mengambil keputusan untuk mengistirahatkan kegiatan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul di pentas kemusyrikan.

Kami bacakan ayat-ayat Al Qur’an lantas ditambah dengan Asmaul Husna sesuai sama amalan dari guru kami dengan jumlah spesifik, kami saksikan 3 jin anak buah Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul bergandengan tangan mengumpulkan kemampuan untuk melawan kami. Kami selalu membaca amalan dari guru kami, lantas 3 jin wanita itu menjerit kepanasan. Waktu lihat anak buahnya menjerit, lantas dengan dan merta Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul berhimpun dengan 3 anak buahnya itu, mereka menyatu mengumpulkan kemampuan. Saya selalu membaca ayat-ayat Al Qur’an serta Asmaul Husna, kesempatan ini kami baca dengan nada sedikit keras dari pada terlebih dulu, saya cermati mulut Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul serta 3 anak buahnya itu keluarkan darah hitam, baunya begitu anyir menyengat, dan……kira-kira 3 menit lalu, 3 anak buah Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul terbakar, selang beberapa saat mereka mati. Badan mereka hangus serta hancur.

Saat ini cuma tinggal Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul sendirian yang masihlah bertahan pada gempuran kami. Saya memberi isyarat supaya kami keluarkan pedang ghoib. Dia sepakat. Lantas kami berdoa pada Allah Swt supaya amalan dari guru kami yang bakal kami baca jadi PEDANG GHOIB. Sesudah demikian kali kami membaca dengan jumlah spesifik, lantas nampaklah di telapak tangan kanan kami satu pedang ghoib berwarna transparan. Panjangnya sekitaran 5 mtr., lebarnya 30 cm, lalu dengan cara berbarengan saya menebas leher Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul…..

“CRAAAS…! ” putuslah kepala Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul dari lehernya. Darahnya bercucuran di tanah, baunya anyir memuakkan. Saya tutup hidung kami semasing supaya bau darah Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul yang anyir itu tak masuk kelubang hidung kami.
Badan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul yang saat ini telah tak berkepala itu terhuyung-huyung, selang beberapa saat dia ambruk ke tanah dengan keluarkan nada keras : Gedebrug! Dia menggelepar!
Lalu saya membaca lagi ayat-ayat Al Qur’an, daaan….. badan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul itu saat ini terbakar, dia bergerak-gerak kesakitan serupa dengan seekor ayam yang habis dipotong. Badannya dibanting, melompat-lompat tanpa ada arah. Kurang lebih 5 menit lalu, pada akhirnya badan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul itu hangus serta hancur seperti debu.

Shodaqollohul’azhiim. Amiin Ya Robbal’aalamiin.
Pada Fulanah kami mengingatkan serta mengajaknya untuk kembali kejalan yang benar, tinggalkan semuanya maksiat serta dosa syirik, kami anjurkan untuk selekasnya bertaubatan nasuuha.
Fulanah ingin, dengan disaksikan oleh kami, dia berjanji pada Allah waktu itu juga, kalau dia bertaubat dari jalan yang sesat itu.
Alhamdulillah, kami berdoa mudah-mudahan Allah Swt terima taubatnya Fulanah, diampunkan dosa serta kekeliruannya yang sudah lantas, serta mudah-mudahan juga Allah tetaplah memberi taufiq serta hidayah.
Saya berikanlah saran pada Fulanah, kalau Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul itu yaitu jin yang sesat serta menyesatkan, banyak manusia yang terkecoh serta terperosok dalam kemusyrikan saat mereka memuja serta menyembah Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul. Jangan sampai sekali-kali mendekati terlebih bersahabat dengan bangsa jin, terlebih jin semacam Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul. Mereka pintar serta licik, hingga manusia yang dikelabuinya tak pernah mengerti bila mereka sudah bersekutu dengannya. Kenyataan menunjukkan, kalau banyak manusia yang menyangga, mensupport bahkan juga membela Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul dengan beragam alasant yang kelihatannya benar namun sesungguhnya salah, sesat serta menyesatkan.

Hingga bln. Oktober 2010 ini kami masihlah saja mendengar dari beberapa orang mengenai kehadiran serta eksistensi Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul, bahkan juga masihlah saja ada orang yang mengakui sudah berjumpa serta berkomunikasi dengan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul. Ada yang mengakui berteman Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul, adapula yang mengakui sudah menaklukkan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul sampai Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul takluk kepadanya. Ceritanya beragam serta berkesan menakjubkan. Astaghfirullahal ‘azhiim.

Menurut kami, apabila sesudah cerita riil ini (Minggu, 13 Oktober 2002) ada orang yang mengakui masihlah berjumpa dengan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul, ketahuilah kalau mereka sesungguhnya bukanlah berjumpa dengan Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul asli, namun dengan jin lain yang mengaku-aku sebagai Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul. Tersebut jin qorin dari Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul. Mengapa sekian? Yah, lantaran Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul asli sudah kami istirahatkan untuk selamanya dari dunia kesyirikan. kami bisa lakukan semuanya lantaran ada maunah, ijin serta pertolongan dari allah swt. serta bukanlah lantaran kekuatan kami makhluk yang dhoif disisi allah swt.

Anda yang membaca cerita riil kami ini, kami berikan kebebasan dalam menyikapinya. Anda bisa yakin atau tak yakin. Namun ketahuilah, kalau cerita ini betul-betul sudah berlangsung.
Memanglah peristiwa ini belum pernah saya catat terlebih dipublikasikan, awal mulanya saya memikirkan tidaklah terlalu utama, namun saat saya lihat fenomena BAHAYA mengenai Kanjeng Ratu Nyi Roro kidul itu makin menjadi-jadi pada semuanya susunan orang-orang.

2,866 kali dilihat, 25 kali dilihat hari ini